Halaman

Rabu, 01 Juni 2011

EKONOMI


Kalsel Tuntut Subsidi Solar Dicabut




TANJUNG, KOMPAS.Com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengusulkan subsidi bahan bakar minyak untuk solar dicabut, karena menjadi penyebab antrean panjang truk-truk di stasiun-stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di provinsi itu. Antrean telah menganggu aktivitas masyarakat, karena setiap hari panjangnya bisa mencapai satu kilometer di setiap SPBU mulai dari Banjarmasin hingga Tanjung, Tabalong.

"Mereka seharusnya tidak boleh membeli solar bersubsidi, dan seharusnya tidak perlu ada antrean panjang seperti itu. Masalahnya, antrean seperti itu sudah berlangsung dalam tiga bulan terakhir ini," ujar Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (31/5 /2011) petang. Ia saat itu menyampaikan sambutan dalam Peluncuran Proyek Percontohan Pengembangan Bahan Bakar Nabati bersumber dari tanaman jarak.

Rudy mengungkapkan keluhannya secara langsung kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Darwin Zahedi Saleh, yang juga menghadiri acara itu. Adapun proyek pengembangan bahan bakar minyak jarak itu sendiri merupakan kerja sama antara PT Adaro Energy, Komatsu Ltd, dan PT United Tractors.

Menurut Rudy, harga jual solar di SPBU saat ini mencapai Rp 4.500 per liter. Padahal harga keekonomian solar jauh di atas harga SPBU. Atas dasar itu, Kalimantan Selatan meminta agar harga jual solar di provinsi tersebut dibebaskan dari subsidi dan diseragamkan

"Kami minta solar bersubsidi ditiadakan. Jangan ada lagi subsidi agar tidak ada lagi disparitas harga. Jika disparitas harga ditiadakan saya yakin tid ak akan ada tumpukan antrian di SPBU. Tetapkan harga solar yang rasional saja, jangan ada perbedaan antara BBM bersubsidi dan tidak disubsidi," ujarnya.

Seperti diberitakan, Kalimantan Selatan didera kelangkaan solar. Kondisi itu menyebabkan antrean di berbagai SPBU.

Antrean panjang kendaraan besar, baik truk maupun bus, yang menanti pembelian solar itu hampir merata di setiap SPBU di jalan lintas Kalimantan Selatan-Kalimantan Timur atau antara Banjarmasin hingga Tanjung, Kabupaten Tabalong.

Pantauan Kompas.com di Tanjung, Kalimantan Selatan, Selasa (31/5/2011) malam , menunjukkan bahwa bahkan ada SPBU yang tutup karena solar dan premium habis dan belum dipasok kembali. Sementara itu, di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, satu SPBU dipadati kendaraan yang antre sekitar 300 meter dari dua arah jalan.

Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin menyebutkan, masalah solar di provinsinya itu sudah dalam kategori luar biasa parah. Sebagai gambaran, satu SPBU yang tidak jauh dari Rumah Dinas Gubernur di Banjarmasin sempat dipadat i truk-truk dengan panjang antrean hampir satu kilometer.

"Sumber masalah utama adalah disparitas harga yang sangat jauh antara solar bersubsidi dan solar nonsubsidi. Karena harga solar di SPBU hanya Rp 4.500 per liter, sebagian besar truk industri justru membeli solar di SPBU. Padahal, mereka tidak berhak atas solar bersubsidi," ujarnya.

Di SPBU Balangan, yang menampung permintaan solar dari Tabalong dan Balangan, pembeli dibatasi membeli solar dengan nominal maksimal Rp 300.000 per truk dan bus. Itu artinya, setiap truk atau bus hanya diperbolehkan membeli 67 liter solar.

Padahal, sebuah bus kecil berkapasitas 30 orang harus memiliki 65 liter solar untuk satu kali perjalanan dari Banjarmasin ke Tanjung, Tabalong. Kalau jarak tempuh lebih jauh, maka mereka harus menambah solar di tengah jalan. Masalahnya, solar belum tentu tersedia di sepanjang perjalanan.
sumber : bisniskeuangan.kompas.com



Sistem Baru, Pertamax di Jakarta Rp 8.400

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Pertamina tetapkan pola penetapan harga baru untuk penjualan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Sebelumnya, BUMN migas ini menganut pola penetapan harga dengan sistem per region. Saat ini, Pertamina menggunakan pola penetapan harga berdasarkan kluster per daerah.

"Sebelumnya Pertamina membagi per wilayah. Misalnya di region tiga Jabodetabek dan Jawa Barat.Sekarang penetapan harganya kita ubah berdasarkan kluster per daerah tadi," ujar juru bicara PT Pertamina (Persero) Moch Harun, Rabu (1/6/2011).

Misalnya untuk region III yang terdiri dari Jakarta dan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek), harga BBM nonsubsidi bisa saja akan berbeda. Dengan perubahan pola penetapan harga ini, Pertamina juga akan melakukan waktu perubahan harga untuk BBM nonsubsidi.

Sebelumnya, Pertamina menetapkan harga setiap tanggal 1 dan tanggal 15 tiap bulannya. Ke depannya, Pertamina akan melakukan evaluasi perubahan harga BBM nonsubsidi setiap lima hari sekali. "Kita juga ke depan tidak akan menganut perubahan harga per dua minggu sekali, bisa saja kita ubah lima hari sekali, atau bahkan seperti di luar negeri setiap hari bisa kita ubah," lanjut Harun.

Berlomba turunkan harga

Seperti diketahui, per tanggal 30 Mei 2011, Pertamina melakukan perubahan harga jual BBM nonsubsidi. Pertamina menurunkan harga jual BBM nonsubsidi sebesar Rp 350 per liter. Mengikuti kebijakan Pertamina, PT Shell Indonesia juga menurunkan harga jualnya.

Berbeda dengan Pertamina, Shell menurunkan harga jual BBM sebesar Rp 600 per liter. Misalnya, untuk harga jual Pertamax sebesar Rp 8.950 per liter, sedangkan harga jual Shell Super 92 sebesar Rp 8.450 per liter. Dus, harga jual BBM nonsubsidi Shell lebih murah ketimbang Pertamina.

Setelah menurunkan harga jual Rp 350 per liter, tak lama kemudian, per tanggal 1 Juni 2011, Pertamina kembali menurunkan harga jualnya. Namun, penurunan harga jual ini bervariasi.

Dengan sistem kluster yang baru, Pertamina menetapkan harga jual yang berbeda untuk satu regionnya. Seperti yang terjadi di region III, khusus untuk wilayah Jakarta harga Pertamax lebih rendah dibandingkan dengan wilayah lainnya di region III.

"Untuk Jakarta, harga Pertamax lebih rendah Rp 500 sehingga menjadi Rp 8.400 per liter. Untuk Bodetabek harga jual Rp 8.450 dan di luar region III harganya Rp 8.600," papar Harun.

Ia memaparkan, alasan harga jual di Jakarta lebih murah karena selama ini Pertamax dipasok dari Depo Plumpang. "Jadi karena jarak Jakarta lebih dekat, harganya lebih murah. Kita hitung berdasarkan jarak. Semakin jauh, harganya semakin mahal," jelas Harun.

Harun membantah jika penurunan kembali harga jual Pertamax untuk bersaing dengan harga Shell. "Kalau dengan mereka, harga mereka lebih rendah kan karena kualitasnya memang beda. Apalagi, yang namanya kompetitor kan memang mengikuti pemimpin pasar, harganya pasti lebih rendah," jelas Harun.

Harun bilang, turunnya harga jual BBM nonsubsidi per 1 Juni 2011 sebagai insentif kepada konsumen. Asal tahu saja, ketika harga Pertamax melambung tinggi menyentuh harga Rp 9.000 per liter, konsumsi Pertamax menurun menjadi 1.800 kiloliter per hari. Padahal, sebelumnya, ketika harga Pertamax di kisaran Rp 7.000 per liter, konsumsi Pertamax bisa mencapai 2.500 kiloliter per hari.

"Kemarin sudah kita review, memang kondisi saat ini harga minyak trennya turun. Dengan fluktuasi harga Pertamax lebih pendek ini lebih menguntungkan konsumen sehingga konsumen lebih banyak menggunakan BBM nonsubsidi," tutur Harun. (Fitri Nur Arifeni/Kontan)

sumber : bisniskeuangan.kompas.com

TUGAS SOFTSKILL

TUGAS 5 SOFTSKILL ( PENGERTIAN UANG, JENIS DAN PENGUNAANNYA )

1.Jelaskan apa yang dmaksud dengan :
a.Uang Fiat
b.Uang komoditas
c.Uang hampir liquid

2.Jelaskan apa fungsi uang ?

3.Sebutkan dan jelas kan apa motivasi orang memegang uang?

4.Sebutkan lembaga keuangan non bank itu apa saja?

Jawab :
1.Yang dimaksud dengan :
a.Uang Fiat adalah komoditas yang diterima sebagai uang,namun nilai nominal nya jauh lebih besar daripada nilai komoditas itu sendiri.(nilai intrinsik nya atau instrick value nya).
b.Uang komoditas adalah uang yang nilainya sebesar nilai komoditas itu sendiri.
Contohnya: pada masa lalu nilai sekeping uang perunggu adalah lebih kecil dari nilai satu keping uang perak,tetapi satu keping uang perak nilai nya lebih kecil daripada nilai satu keping uang emas,sebab nilai perunggu lebih murah dari perak sedang kan nilai perak lebih murah daripada nilai emas.
c.Uang hampir liquid adalah suatu aset untuk dapat digunakan sebagai uang adalah likuiditasnya uang fiat dan uang komoditas adalah uang yang likuid sempurna,sehingga untuk dapat digunakan tidak perlu ditukar kan atau dicair kan lebih dahulu.

2.Fungsi uang antara lain adalah sebagai berikut :
a.Satuan hitung (unit of account)
Uang dapat memberikan harga suatu komoditas berdasar kan satu ukuran umum sehingga syarat terpenuhi nya double concidence of wants ( kehendak ganda yang selaras tidak diperlukan lagi).
b.Alat transaksi (medium of change)
Uang dapat mempermudah dan mempercepat kegitan pertukaran dalam perekonomian modern dan uang harus diterima/ mendapat jaminan kepercayaan.
c.Penyimpanan nilai ( store of value)
Uang sebagai penyimpan nilai (store of value) dikaitkan dengan kemampuan uang menyimpan hasil transaksi atau pemberian yang meningkatkan daya beli sehingga semua transaksi tidak perlu di habiskan saat itu juga.
d.Pembayaran standar dimasa datang ( standard of deffered payment )
Para pegawai umum nya setelah bekerja sebulan penuh baru mendapat gaji,pembayaran untuk masa mendatang tersebut dimungkinkan karena uang memiliki fungsi standar pembayaran dimasa datang (standard of deferred payment).

3.Beberapa alasan orang memotivasi uangadalah antara lain sebagai berikut :
a.Motivasi transaksi (transaction motive)
Masyarakat memegang uang dalam rangka mempermudah kegiatan transaksi sehari- hari. Bila pendapatan meningkat , maka kebutuhan untuk transaksi meningkat.
b.Motivasi berjaga – jaga ( precautionary motive )
Persiapan untuk menghadapi hal –hal yang tidak diinginkan atau tak terduga , misal, sakit atau kecelakaan.
c.Motivasi spekulasi ( mendapat keuangan)
Salah satu dari dua aset finansial yang dapat dimiliki masyarakat. Aset yang lainnya adalah obligasi ( bord) yaitu surat utang yang disertai janji memberi pendapatan bunga.

4.Lembaga keuangan non bank antara lain adalah sebagai berikut :
a.perusahaan asuransi
perlindungan finansial untuk menghadapi berbagai hal yang kurang menguntungkan, misalnya kecelakaan ,sakit keras,bahkan kematian.
b.lembaga dana pensiun
bagi pegawai perusahaan swasta,jasa dana pensiun dapat nenberikan ketenangan dan jaminan hari tua sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja.
c.perusahaan investasi
peningkatan kemampuan untuk membeli atau memiliki berbagai jenis atau tipe aset finansial.
d.perusahaan pembiayaan
LKKB umum nya mengumpulkan dana dari individu atau organisasi dalam jumlah – jumlah kecil kemudian menyalurkanya dalam bentuk pinjaman berkala besar.
e.pegadaian
memberikan bantuan keuangan dengan jaminan aset peminjam ,yang diserah kan pada lembaga pegadaian.

Tugas 3

ongkos dan penerimaan


A. Macam-Macam Ongkos
Ongkos adalah kurva yang menunjukkan saling berhubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Sedangkan yang dimaksud dengan ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produlsi yang gunanya untuk memproduksi output atau pengeluaran.

Macam-macam ongkos adalah sebagai berikut:

• Total Fixed Cost (Ongkos Total Tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh : penyusutan, sewa, dsb.

• Total Variabel Cost (Ongkos Variabel Total) adalah jumlah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh : ongkos bahan mentah, tenaga kerja, dsb.

• Total Cost (Ongkos Total) adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel. TC = TFC + TVC.

• Average Fixed Cost (Ongkos Tetap Rata-rata) adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit output.
AFC = TFC / Q , dimana Q = tingkat output

• Average Variabel Cost (Ongkos Variabel Rata-rata) adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output.
AVC = TVC / Q

• Average Total Cost (Ongkos Total Rata-rata) adalah ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output.
ATC = TC / Q

• Marginal Cost (Ongkos Marginal) adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.
MC = ∆TC / ∆Q = ∆TVC / ∆Q

B. Kurva Ongkos
Kurva ongkos adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output.
Kurva ongkos produksi dibedakan menjadi;

1. Ongkos Produksi Jangka Pendek
Dalam ongkos produksi jangka pendek perusahaan sudah mempunyai peralatan-peralatan untuk produksi seperti mesin,gedung dan tanah.Masalah yang perlu diperhatikan adalah masalah kebijaksanaan bahan baku,tenaga kerja dan lain-lain yang merupakan ongkos variabel.Jadi dalam ongkos produksi jangka pendek ini terdapat ongkos tetap dan ongkos variabel.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari gambar diatas sebagai berikut:

* AVC minimum bila garis singgung kurva TVC melalui titik origin.
* ATC minimum bila garis singgung TC melalui titik origin.
* AVC dan ATC minimum bila keduanya memotong MC.

2. Ongkos Produksi Jangka Panjang

Dalam ongkos produksi jangka panjang,perusahaan dapat menambah semua faktor produksi,Sehingga tidak ada ongkos tetap dalam jangka panjang.Semua pengeluaran merupakan ongkos variabel.

C. Penerimaan (Revenue)
Didalam memproduksi suatu barang, ada dua hal yang menjadi fokus utama dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimum, yaitu ongkos (cost) dan penerimaan (Revenue).
Ongkos sebagaimana telah dijelaskan diatas, maka yang dimaksud dengan penerimaan adalah jumlah uang yang diperoleh dari penjualan sejumlah output atau dengan kata lain merupakan segala pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan hasil dari penjualan hasil produksinya. Hasil total penerimaan dapat diperoleh dengan mengalikan jumlah satuan barang yang dijual dengan harga barang yang bersangkutan atau
TR = Q x P

1. Total penerimaan (Total revenue : TR)
yaitu total penerimaan dari hasil penjualan. Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual. Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya,dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).

2. Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue : AR)
yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.

3. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR)
yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output. Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal. Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun dari kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa :

* Positif
* Sama dengan nol
* Negatif

C. Keuntungan Maximum
Keuntungan maksimum adalah keuntungan penuh dari output yang telah di produksi sebelumnya.

1.Pendekatan Total
Laba Total (p) adalah perbedaan antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC). Laba terbesar terjadi pada selisih posistif terbesar antara TR dengan TC. Pada selisih negative antar TR dengan TC perusahaan mengalami kerugian, sedang jika TR = TC perusahaan berada pada titik impas.
Dalam menentukan keuntungan maksimum ada 2 cara sebagai berikut:

a) Keuntungan maksimum dicari dengan jalan mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos minimum.
b) Keuntungan maksimum terjadi pada saat MR = MC.
Hasil Penjualan Total,seluruh jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari menjual barangjang diproduksikannja dinamakan hasil penjualan total (TR:yaitu dari perkataan Total Revenue).Telah diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga tidak akan berubah walau bagaimanapun banyaknya jumlah barang yang dijual perusahaan.Ini menyebabkan kurva penjualan total (TR) adalah berbentuk garis lurus yang bermula dari titik O.

2. Pendekatan Marginal
Perusahaan memaksimumkan keuntungan pada saat penerimaan marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC).Biaya Marginal (MC) adalah perubahan biaya total perunit perubahan output. Secara matematis dirumuskan
Penerimaan Marginal (MR) adalah perubahan penerimaan total per unit output atau penjualan.Hasil Penjualan Marjinal,satu konsep (istilah) mengenai hasil penjualan yang sangat penting untuk diketahui dalam analisis penentuan harga dan produksi oleh suatu perusahaan adalah pengertian hasil penjualan marjinal (MR yang merupakan singkatan dari perkataan Marjinal’Revenue), yaitu tambahan hasil penjualanjangdiperoleh perusahaan dari menjual satu unit lagi barangyang diproduksikannya.Dalam pasar persaingan sempurna berlaku keadaan berikut harga hasil penjualan rata-rata hasil penjualan marjinal.Kurva d() = AR0 = MRn menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 3000, dan kurva d0 = AR0 = MR0 menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 6000.

3. Pendekatan Rata-rata
Hasil Penjualan Rata-rata,untuk suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna hasil penjualan rata-rata (AR) adalah harga barang yang diproduksi perusahaan adalah Rp 3000 maka d0=AR0= MRQ adalah kurva permintaan yang dihadapi perusahaan. Dengan demikian kurva ini adalah kurva hasil penjualan rata-rata pada harga barang sebanyak Rp 3000 (dan dinyatakan sebagai AR^. Kalau harga barang yang dijual perusahaan adalah Rp 6000, kurva d} = AR} = MRj adalah kurva permintaan dan juga kurva hasil penjualan rata-rata pada harga Rp 6000.
Dalam mencari keuntungan maksimum dengan pendekatan rata-rata,yaitu menggabungkan antara pasar persaingan sempurna dengan persaingan pasar tidak sempurna



Tugas 2

Qd= 250-5P
Q5= -30+5P
Qd=Qs
250-5P = -30 +5P
250 + 30 = 5P + 5P
280 = 10P
P=28

Qd= 250 – 5 (28)
250 – 140 = 140